home cohort 2025 /  Aloysius Germia Dinora

Aloysius Germia Dinora












Aloysius Germia Dinora

Aloysius Germia Dinora  berperan sebagai program pengembangan/program development dalam isu perhutanan sosial, dengan fokus bidang pada monitoring, evaluasi, dan program. Dalam 10 tahun terakhir ini terlibat dalam berbagai NGO dan inisiatif di bidang pendidikan lingkungan dan pengembangan masyarakat, untuk berbagai wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Aloysius juga terlibat dalam penyusunan kurikulum pendidikan lingkungan dalam bentuk formal maupun informal. Dengan mengusahakan integrasi antara pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal, ia membuat isu keanekaragaman hayati tentang hutan rawa gambut dapat lebih dekat dengan generasi muda.. Selain itu ia terlibat dalam pendampingan masyarakat terkait beberapa skill praktis. Seperti pendampingan pembuatan proposal pendanaan masyarakat desa, terlibat dalam perancangan keuangan sistem keuangan desa di tingkat tapak, pengolahan sabun organik, kebun organik, sampai pengelolaan sampah bersama anak-anak dan masyarakat.

Ia percaya bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat dapat tetap relevan dan kontekstual dengan ilmu pengetahuan hari ini yang disebut “ilmiah” itu. Ia bersama lembaganya YCI berupaya mendorong perubahan yang berkelanjutan melalui peningkatan tata kelola kelembagaan di masyarakat, agar dapat lebih mandiri dalam mengelola sumber daya di desa-desa dampingannya.





Perjalanan Kepemimpinan 

Dalam pekerjaannya, Aloysius menghadapi berbagai tantangan terkait dengan dinamika organisasi sampai masyarakat. Mulai dari “budaya serba instan” yang sangat berpengaruh terhadap proses pendampingan masyarakat, tantangan pengelolaan sumber daya lembaga agar berkelanjutan, sampai dengan isu-isu nasional dan internasional, yang makin kompleks seiring dengan perkembangan pelestarian lingkungan di Indonesia.

Tantangan tersebut mendorongnya untuk terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat kolaborasi, dan mencari pendekatan baru yang lebih efektif dalam menciptakan dampak di komunitas yang didampingi.

Melalui Beasiswa Leadership for Change, ia memperdalam pemahaman tentang pemodelan dalam konteks ilmu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, memperkuat kemampuan melihat sebuah permasalahan dengan pendekatan sistem yang kompleks dengan fondasi keilmuan multi-disiplin, serta membangun jejaring dengan sesama pemimpin perubahan di sektor Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dari berbagai wilayah. 

Visi ke depan 

Aloysius bercita-cita untuk mengembangkan lembaganya bukan hanya kuat di pendampingan tingkat tapak, tetapi juga memiliki basis riset untuk dokumentasi pengetahuan lokal maupun kekuatan untuk perubahan sosial. Ia meyakini bahwa keberdayaan masyarakat dalam mengelola masyarakatnya dapat diwujudkan dengan kuatnya tata kelola komunitas, OMS, serta kolaborasi lintas sektor, sehingga  dapat memainkan peran yang lebih strategis dalam mendorong Pembangunan yang berkeadilan.

Informasi Singkat

Organisasi :       
Yayasan Cakrawala Indonesia

Peran :              
Program Pengembangan

Wilayah Kerja : 
Palangka Raya, Pulang Pisau, Barito Utara, dan Barito Selatan, Kalimantan Tengah

Fokus Isu : 
Perhutanan Sosial 

Cohort : 
Leadership for Change Scholarship [II] 

Program Studi : 
Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor