home / cohort 2025 /  Jakob Siringoringo 

Jakob Siringoringo

" Memimpin adalah mendekolonisasi mental dan cara berpikir "













Jakob Siringoringo adalah koordinator biro ekonomi sosial budaya yang bekerja pada isu kemandirian ekonomi Masyarakat Adat dengan fokus pada pengembangan ekonomi harian rumah tangga komunitas adat. Selama tiga tahun terakhir, ia telah terlibat dalam berbagai inisiatif untuk terwujudnya kemandirian ekonomi Masyarakat Adat, khususnya di Tano Batak.

Melalui perannya, Jakob Siringoringo berkontribusi dalam pengembangan ekonomi komunitas, termasuk pengembangan inisiatif ekonomi berbasis komunitas seperti Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA). Ia percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan perlu dibangun dari kekuatan masyarakat sendiri dengan menghargai pengetahuan lokal, kelembagaan adat, serta kemampuan masyarakat untuk menentukan arah kehidupannya. Karena itu ia mengembangkan pendekatan yang menghubungkan kerja komunitas, penguatan kelembagaan, pembelajaran, dan jejaring strategis untuk mendorong kemandirian sosial dan ekonomi Masyarakat Adat.



Perjalanan Kepemimpinan 

Dalam pekerjaannya, Jakob Siringoringo menghadapi tantangan terkait penguatan kapasitas Masyarakat Adat dan OMS dalam menghadapi tekanan ekonomi, perubahan sosial, serta keterbatasan akses terhadap sumber daya dan jejaring. Tantangan tersebut mendorongnya mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat kolaborasi, dan mencari pendekatan yang lebih efektif dalam mendampingi komunitas. Melalui Beasiswa Leadership for Change, ia memperdalam pemahaman tentang antropologi ekonomi, memperkuat kemampuan kepemimpinan dan riset, serta membangun jejaring dengan pemimpin perubahan dari berbagai wilayah untuk memperluas dampak kerja OMS.



Visi ke depan 

Jakob Siringoringo bercita-cita untuk mendorong terwujudnya Masyarakat Adat yang berdaulat secara sosial, budaya, dan ekonomi, serta memiliki kelembagaan yang kuat untuk menentukan dan mengembangkan masa depannya sendiri. Ia meyakini bahwa pembangunan yang berkeadilan perlu menempatkan komunitas sebagai subjek yang memiliki pengetahuan, kapasitas, dan ruang untuk menentukan arah perubahan, sehingga komunitas dan OMS dapat memainkan peran yang lebih strategis dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.  


Informasi Singkat

Organisasi :       
AMAN Daerah Tapanuli Utara

Peran :              
Koordinator Biro Ekonomi Sosial Budaya (Ekosob)

Wilayah Kerja : 
Tapanuli Utara

Fokus Isu : 
Kemandirian EKonomi Masyarakat Adat

Cohort : 
Leadership for Change Scholarship [II] 

Program Studi : 
Magister Antropologi, Universitas Gadjah Mada



​