Wehelmina Morin
"
Pemimpin yang memiliki keberanian, keberpihakan, transformatif dan menjunjung Tinggi HAM
"

Wehelmina Morin biasanya di sapa dengan Welly adalah Kordinator Generasi Muda ( KoGEMPHA) Yadupa yang bekerja pada isu Hak Asasi Manusia, Advokasi, Pendidikan Budaya dan pemberdayaan masyarakat dengan berfokus pada penguatan jaringan masyarakat sipil dan pengembangan kapasitas generasi muda papua. Selama lebih dari 14 tahun, ia telah terlbat dalam berbagai inisitaif untuk memperkuat partisipasi masyarakat, memperjuangkan hak hak masyarakat adat papua dan membangun generasi muda yang kritis, berdaya dan menjadi agen perubahan di Kampung.
Melalui berbagai perannya di Yadupa, ia berkontribusi dalam membangun Jaringan advokasi, membangun lobby dan advokasi, memimpin organisasi di Yadupa Cabang, mengembangkan pendidikan dan pelestarian budaya, mendampingi masyarakat adat papua melalui pendekatan pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal, dan pemberdayaan generasi muda papua. Ia percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan harus dibangun bersama masyarakat, terutama dengan memperkuat kapasitas, kepemimpinan dan partisipasi generasi muda. Karena itu Ia mendorong perubahan melalui pengorganisasian masyarakat, penguatan jejaring, pendidikan dan kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat adat papua yang adil, berdaya dan bermartabat.
Perjalanan Kepemimpinan
Dalam pekerjaannya, welly menghadapi tantangan memperkuat partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda ditengah kompleksitas persoalan hak hak dasar masyarakat adat papua dan hak asasi manusia, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pengembangan kapasitas. Pengalaman dalam advokasi dan pendampingan masyarakat mendorong welly untuk tidak hanya memperjuangkan hak masyarakat adat melalui advokasi, tetapi juga memperdalam pengetahuan tentang perencanaan wilayah dan tata ruang agar mampu membantu masyarakat adat memahami dan terlibat dalam proses pembangunan yang berdampak langsung pada tanah dan ruang hidup mereka.
Melalui Beasiswa Leadership For Change, Welly sedang menempuh pendidikan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan keahlian dalam memahami antara pembangunan, tata ruang, tanah dan hak masyarakat adat. Pengetahuan ini diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat posisi tawar masyarakat adat melalui pendekatan advokasi, pengorganisasin, dialog dan partisipasi yang bermakna dalam proses pembangunan. Dengan adanya BLFC Ia ingin membangun jejaring dengan sesama pemimpin perubahan di sektor organisasi masyarakat sipil di Wilayah lain dengan menggunakan pembelajaran yang dapat digunakan dalam kerjanya di Papua.
Visi ke depan
Welly bercita cita untuk memperkuat pengorganisasian masyarakat dan mewujudkan pembangunan di Papua yang menghormati hak masyarakat adat, melindungi tanah dan ruang hidup serta memastikan bahwa pembangunan yang berkeadilan hanya dapat diwujudkan ketika masyarakat menjadi aktor sentral penentu pembangunan. Dan Welly meyakini dan bahwa pembangunan yang berkeadilan hanya dapat terwujud ketika masyarakat adat dan organisasi masyarakat sipil memiliki pengetahuan, kapasitas, akses informasi serta posisi tawar yang kuat untuk terlibat secara bermakna dalam perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan, sehingga komunitas dan OMS dapat memainkan peran yang lebih strategis dalam mengawal pembangunan yang partisipatif di Tanah Papua.
Informasi Singkat
Organisasi :
Yayasan Anak Dusun Papua ( Yadupa)
Peran :
Kordinator Generas Muda ( KoGEMPHA)
- Wilayah Kerja :
Wilayah Adat I Mamta/ Tabi: 2 Kampung di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua; - Wilayah Adat II Sayreri : 3 Kampung di Kabupaten Biak Numfor
- Wilayah Adat III Doberay : 2 Kampung di Kabupaten Raja Ampat
- Wilayah Adat IV Lapago : 2 Kampung di Kabupaten Yalimo
- Wilayah V Meepago : 2 Kampung di Kabupaten Paniai
Fokus Isu :
Community Development, Lobby Advokasi dan Generasi Muda.
Cohort :
Leadership for Change Scholarship [Batch I]
Program Studi :
Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Cenderawasih Jayapura.